Detail Cantuman
Pencarian Spesifik
Text
Di Bawah Lindungan Kabah
Kabar bahagia tentang Hamid yang dibawa Saleh, dari Mekah, ternyata tak membuat kesehatan Zainab membaik. Dalam keadaan sakit ia menulis surat untuk kekasihnya itu. Surat pun dibaca Hamid dengan perasaan berlarat. Entah karena hawa panas di Arafah atau surat dari Rosna yang dibawa Saleh, kesehatan Hamid makin menurun. Meski begitu ia tetap menjalankan perintah suci itu, sampai-sampai Saleh harus menyewa orang untuk memandu Hamid tawaf di Ka'bah.
Novel ini terbit pertama kali di majalah Pedoman Masyarakat sebagai cerita bersambung dan terbit sebagai buku di Medan tahun 1983. Pada cetakan ke-3, selepas zaman penjajahan, tahun 1951, novel ini diterbitkan oleh Balai Pustaka.
Kritikus sastra H.B Jassin menyebut Hamka sebagai "Pengarang Islam". Di Bawah Lindungan Kabah berusaha menunjukkan transformasi Islam dan modernisme yang berhadapan dengan adat dan tradisionalisme dalam balutan kisah cinta. Salah satu hal yang membuat novel ini menarik antara lain karean Hamka menempatkan Islam sebagai agama (ad-din) yang membawa cahaya perubahan. Perubahan yang ditawarkan olehnya berbasis pada imtaq (iman dan taqwa) dan iptel (ilmu pengetahuan dan teknologi).
Ketersediaan
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
813 HAM d
|
| Penerbit | Balai Pustaka : Jakarta., 2016 |
| Deskripsi Fisik |
viii + 76 hlm.; 14,8 x 21 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
978-979-690-854-7
|
| Klasifikasi |
813
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cetakan 1
|
| Subjek | |
| Info Detail Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Informasi
Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog






